Apa Saja Standar WHO Kulkas Vaksin? Berikut Penjelasannya

Sumber : https://commons.wikimedia.org/wiki/File:World_Health_Organization_Logo.svg

Menjaga kualitas vaksin berarti memastikan potensinya tetap utuh sampai ke tubuh pasien. Oleh karena itulah, fasilitas kesehatan tidak bisa menggunakan pendingin sembarangan dan wajib mengacu pada standar WHO kulkas vaksin yang telah terstandar secara global. 

Sayangnya, masih banyak yang belum menyadari bahwa penggunaan kulkas yang salah menyebabkan timbulnya risiko fluktuasi suhu untuk vaksin. Tanpa kulkas yang tepat, vaksin rentan mengalami kerusakan akibat pembekuan yang tidak disengaja atau paparan panas saat listrik padam. Kondisi ini tentu sangat berisiko merugikan fasilitas kesehatan dan membahayakan keselamatan pasien yang menerima vaksin tersebut.

Untuk mengatasi risiko tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan kriteria ketat melalui sertifikasi PQS (Performance, Quality, and Safety) yang harus dipenuhi oleh setiap produsen cold chain. Mari kita pelajari penjelasan selengkapnya di artikel berikut.

Mengapa Standar Internasional Cold Chain Vaksin Sangat Ketat?

WHO kulkas vaksin
Sumber : Envato

Vaksin adalah produk biologis yang sangat sensitif terhadap suhu. Begitu terkena suhu yang salah, efektivitasnya dalam rangka membentuk antibodi bisa hilang dan tidak dapat dikembalikan lagi. Inilah alasan utama mengapa standar internasional cold chain vaksin dibuat begitu ketat.

Berbeda dengan obat-obatan kimia biasa, vaksin memerlukan kondisi lingkungan yang sangat spesifik. Umumnya, vaksin memerlukan suhu +2°C hingga +8°C secara konsisten. 

Panduan WHO untuk penyimpanan vaksin menekankan bahwa penyimpangan suhu sekecil apa pun dapat menurunkan efektivitas vaksin. Pada akhirnya, ini bisa membuat program imunisasi menjadi sia-sia atau bahkan menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, peralatan rantai dingin (cold chain) tidak bisa sekadar ‘dingin’, tetapi penting juga untuk dijaga akurasinya.

 

4 Poin Standar WHO Kulkas Vaksin

Untuk memastikan presisi tersebut, setiap unit yang masuk dalam kategori WHO PQS vaccine refrigerator (Performance, Quality, Safety) harus lolos uji pada empat parameter krusial berikut ini:

 

Stabilitas Suhu (Temperature Stability)

Tantangan terbesar dalam penyimpanan vaksin adalah menjaga suhu tetap rata di seluruh bagian kabinet. Spesifikasi kulkas vaksin WHO mewajibkan unit pendingin mampu mempertahankan suhu stabil antara +2°C hingga +8°C di setiap sudut rak, bukan hanya di bagian tengah saja. 

Kulkas rumah tangga sering kali gagal dalam hal ini karena adanya titik beku di dekat freezer atau titik panas di dekat pintu, yang sangat berbahaya bagi kualitas vaksin.

 

Perlindungan terhadap Kebekuan (Freeze Protection)

Banyak tenaga medis yang sangat waspada terhadap panas, namun kurang menyadari bahaya pembekuan. Padahal, vaksin golongan freeze-sensitive (seperti Hepatitis B, DPT, dan TT) akan rusak permanen jika membeku. 

Oleh karena itu, standar vaccine refrigerator WHO modern kini mensyaratkan adanya fitur Grade A Freeze Protection. Fitur ini menjamin bahwa meskipun termostat disetel ke suhu terdingin sekalipun, suhu di dalam kompartemen penyimpanan vaksin tidak akan pernah turun di bawah 0°C.

 

Waktu Tahan Dingin (Holdover Time)

Mengingat kondisi listrik di beberapa daerah yang mungkin tidak selalu stabil, persyaratan kulkas vaksin menurut WHO mencakup kemampuan menahan dan mengisolasi suhu yang baik. Ini artinya, kulkas berstandar WHO wajib memiliki holdover time yang lama. 

Sebagai informasi, holdover time adalah kemampuan kulkas mempertahankan suhu di rentang aman saat listrik mati total. Rentang aman yang dimaksud adalah 2oC-8oC .

Kulkas vaksin berstandar PQS umumnya dilengkapi dengan teknologi Ice Lined Refrigerator (ILR) atau isolasi siklopentana tebal yang mampu menahan dingin berjam-jam, bahkan berhari-hari tanpa pasokan listrik. Hal ini akan memberikan ketenangan bagi pengelola faskes meskipun ada mati listrik.

 

Sistem Pemantauan Suhu Terintegrasi

Sesuai standar WHO kulkas vaksin, unit penyimpanan vaksin harus memiliki alat pemantau suhu eksternal yang mudah dibaca tanpa perlu membuka pintu kulkas. Beberapa model unit memiliki data logger atau indikator visual yang memberi peringatan jika pernah terjadi penyimpangan suhu (excursion) di masa lalu sehingga petugas bisa memperkirakan apakah vaksin di dalamnya masih aman digunakan atau tidak.

 

Apakah Kulkas Vaksin di Faskes Anda Sudah Sesuai Standar WHO? 

Setelah mempelajari apa saja standar WHO kulkas vaksin, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah mengetahui dan memastikan apakah faskes Anda sudah menggunakan kulkas yang terstandar. Menggunakan unit yang tidak memenuhi standar bukan hanya melanggar prosedur operasional standar, tetapi juga mempertaruhkan kualitas pelayanan kesehatan.

Anda bisa coba menjawab beberapa pertanyaan sederhana berikut ini untuk mengetahui apakah unit penyimpanan Anda sudah sesuai standar.

  • Apakah unit Anda dirancang khusus untuk medis?

Jika Anda masih menyimpan vaksin di kulkas rumah tangga (terutama yang memiliki fitur no-frost atau tanpa bunga es di bagian freezer), risiko kerusakan vaksin sangat tinggi. Kulkas vaksin sesuai standar WHO tidak memiliki kompartemen freezer gabungan yang bisa membekukan vaksin secara tidak sengaja.

  • Bisakah Anda memantau suhu tanpa membuka pintu?

Unit standar harus memiliki display suhu eksternal (di bagian luar bodi kulkas). Jika petugas harus membuka pintu berkali-kali hanya untuk memeriksa suhu, hal ini justru memicu fluktuasi suhu yang berbahaya.

  • Apakah suhu internal kulkas stabil di rentang 2°C sampai 8°C selama 24 jam?

Periksa grafik pencatat suhu (data logger) Anda. Jika sering terjadi lonjakan suhu di atas 8°C atau penurunan suhu menjadi di bawah 2°C (terutama di malam hari saat suhu lingkungan turun), berarti isolasi dan termostat kulkas tersebut tidak cukup presisi.

  • Seberapa lama suhu internal unit bertahan saat listrik padam?

Jika listrik padam selama 4 jam dan suhu dalam kabinet langsung naik drastis melampaui batas aman, unit tersebut memiliki holdover time yang buruk dan tidak layak untuk menyimpan stok vaksin.

  • Apakah terdapat stiker/label PQS WHO pada badan unit?

Setiap kulkas vaksin standar WHO kulkas vaksin pasti memiliki sertifikasi PQS (Performance, Quality, Safety). Periksa label spesifikasi (data plate) pada unit kulkas Anda, lalu pastikan tipe/model tersebut terdaftar resmi dalam katalog PQS WHO. Jika modelnya tidak ditemukan, kualitas dan keamanannya untuk menyimpan vaksin patut dipertanyakan.

 

Kesimpulan

Mematuhi standar WHO kulkas vaksin bukanlah sekadar upaya mematuhi  kewajiban aturan, melainkan bentuk tanggung jawab moral fasilitas kesehatan terhadap keselamatan pasien. Menggunakan perangkat pendingin yang tidak sesuai spesifikasi sama saja dengan mempertaruhkan reputasi instansi dan efektivitas program vaksinasi itu sendiri.

Anda perlu mengingat bahwa biaya yang dikeluarkan untuk investasi unit cold chain yang berkualitas jauh lebih kecil dibandingkan risiko kerugian finansial akibat ribuan dosis vaksin yang rusak dan terbuang percuma. Belum lagi jika Anda harus menyelesaikan perkara tuntutan pasien karena efek samping abnormal dari vaksin yang rusak. Kualitas penyimpanan adalah kunci dari kualitas pelayanan.

 

Dapatkan Solusi Cold Chain Terpercaya Bersama PT Biovalmed

Apakah Anda berencana memperbarui fasilitas penyimpanan vaksin agar sesuai standar WHO kulkas vaksin? Biovalmed siap menjadi mitra Anda dalam menyediakan solusi penyimpanan medis yang telah memenuhi standar internasional cold chain vaksin dan tersertifikasi PQS.

Jangan biarkan kualitas vaksin di faskes Anda menurun akibat penyimpanan yang kurang memadai. Hubungi tim kami untuk konsultasi gratis mengenai spesifikasi unit yang paling tepat untuk fasilitas kesehatan Anda sesuai standar WHO kulkas vaksin

 

Referensi: 

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Imunisasi: Penanganan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Jakarta: Kemenkes RI. Tersedia di: https://www.kemkes.go.id