Tahukah Anda bahwa tidak semua vaksin dirancang untuk lingkungan penyimpanan yang sama? Oleh sebab itu, menyimpan vaksin tidak serta merta menaruhnya di kulkas atau lemari pendingin.
Terdapat beberapa jenis peralatan penyimpanan/kulkas vaksin yang masing-masing memiliki karakteristik dan peran yang berbeda dalam rantai dingin, mulai dari yang tipe chiller, freezer, hingga cool box.
Lantas, tipe peralatan penyimpanan/kulkas vaksin mana yang sebaiknya dipilih? Mari telusuri satu per satu tipe peralatan penyimpanan/kulkas vaksin agar Anda dapat menentukan perangkat mana yang paling sesuai dengan kebutuhan faskes Anda.
Jenis Peralatan Penyimpanan / Kulkas Vaksin yang Paling Umum Digunakan?

Sebelum memilih kulkas vaksin yang tepat, perlu Anda pahami juga bahwa setiap kategori memiliki standar kinerja yang berbeda, di antaranya:
1. Kulkas Vaksin tipe Chiller
Jika faskes Anda membutuhkan tempat penyimpanan vaksin yang mampu mempertahankan suhu positif secara stabil, kulkas vaksin tipe chiller bisa menjadi pilihan yang paling sesuai. Perangkat ini umumnya bekerja pada rentang +2°C hingga +8°C, yaitu suhu ideal bagi sebagian besar vaksin yang tidak boleh mengalami pembekuan.
Selain itu, kulkas vaksin chiller modern telah dilengkapi dengan alarm suhu, sistem monitoring berkelanjutan, sistem keamanan pintu, serta kontrol suhu presisi untuk memastikan mutu vaksin tetap terjaga selama masa penyimpanan.
Perbedaan Chiller Top Opening (Chest Type) dan Front Opening (Upright Type)
Berdasarkan WHO Guideline for Establishing or Improving Primary and Intermediate Vaccine Stores, kulkas vaksin tipe chiller tersedia dalam dua desain utama, masing-masing dengan keunggulan berbeda sesuai kebutuhan operasional:
1. Top Opening / Bukaan Atas (Chest Type)
Kulkas vaksin dengan bukaan atas sangat direkomendasikan untuk penyimpanan bulk (jumlah besar) dan penyimpanan jangka lebih panjang. Desain pintu bukaan atas membantu meminimalkan keluarnya udara dingin saat pintu dibuka, sehingga suhu internal tetap lebih stabil. Tipe ini juga lebih tahan terhadap fluktuasi suhu akibat pemadaman listrik atau kondisi lingkungan yang kurang ideal. Oleh karena itu, chest type sering digunakan di gudang vaksin primer maupun intermediate.
2. Front Opening / Bukaan Depan (Upright Type)
Sebaliknya, kulkas vaksin dengan bukaan depan dirancang untuk kemudahan akses, sehingga sangat cocok digunakan untuk penyimpanan jangka pendek, terutama vaksin yang akan segera diberikan kepada pasien. Tipe ini biasanya dilengkapi rak bertingkat, laci transparan, dan sistem sirkulasi udara yang baik, sehingga tenaga kesehatan dapat dengan cepat mengambil vaksin tanpa mengganggu alur pelayanan imunisasi.
Dengan memahami perbedaan ini, faskes dapat memilih tipe chiller yang paling sesuai, apakah untuk penyimpanan stok vaksin dalam jumlah besar atau untuk kebutuhan operasional harian di ruang pelayanan.
2. Kulkas Vaksin tipe Freezer
Kulkas vaksin tipe freezer dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) kategori besar, Ultra-Low Temperature (ULT) freezer dan Biomedical Freezer. Ultra-Low Temperature (ULT) freezer adalah perangkat yang dirancang untuk mencapai suhu sangat rendah dengan tingkat presisi tinggi. Sesuai namanya, Ultra-Low Temperature (ULT) freezer memang difungsikan untuk menyimpan vaksin pada suhu ekstrim (-40°C hingga -86°C) guna menjaga stabilitas vaksin yang memerlukan low-temperature storage. Biomedical Freezer adalah perangkat yang dirancang untuk penyimpanan dengan suhu -10°C hingga -40°C. Banyak digunakan untuk penyimpanan vaksin tertentu yang membutuhkan suhu penyimpanan -10°C hingga -40°C.
Di pasaran, ULT freezer dan Biomedical Freezer tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari model countertop yang ringkas sampai unit walk-in yang berkapasitas besar hingga mampu menampung ribuan dosis vaksin. Terdapat juga model top opening/bukaan atas (chest type) dan front opening/bukaan depan (upright type).
Model bukaan atas umumnya lebih cocok untuk penyimpanan bulk dan jangka panjang karena mempertahankan suhu lebih stabil saat pintu dibuka, sementara model bukaan depan lebih ideal untuk akses cepat dan penyimpanan jangka pendek, misalnya vaksin yang segera digunakan untuk pelayanan pasien.
3. Vaccine Cold Box / Transport Cool Box
Cool box merupakan bagian dari jenis peralatan penyimpanan vaksin yang berperan penting dalam mobilisasi atau short-term storage. Terdapat 2 jenis Transport Cool Box, active-cooling dan passive-cooling. Passive-cooling cool box adalah wadah berinsulasi yang dipadukan dengan ice pack atau kemasan pendingin untuk menjaga suhu tetap stabil selama perjalanan. Active-cooling cool box adalah kotak pendingin yang menggunakan sumber listrik atau sistem pendingin aktif (kompresor, Peltier/thermoelectric, atau internal fan cooling) untuk menjaga suhu tetap stabil selama perjalanan dan memiliki opsi sumber listrik AC/DC.
Cool box sering digunakan untuk mengangkut vaksin dari gudang pusat ke fasilitas kesehatan, termasuk lokasi terpencil yang tidak memiliki pasokan listrik stabil. Kapasitasnya pun bervariasi, berkisar antara 5 – 25 Liter dengan lama waktu ketahanan suhu yang berbeda-beda.
Di Mana Letak Perbedaan Ketiganya?
Berdasarkan poin pembahasan sebelumnya, mungkin Anda paham perbedaan antara kulkas vaksin tipe chiller, freezer, dan cool box. Tapi supaya lebih jelas, berikut kami rangkumkan perbedaan spesifik di antara ketiga jenis kulkas vaksin tersebut:
1. Kisaran Suhu Operasional
Perbedaan yang paling mudah dikenali dari ketiga perangkat ini adalah rentang suhunya. Chiller vaksin dan cold box umumnya mempertahankan suhu stabil antara 2°C hingga 8°C.
Sementara itu, freezer beroperasi pada suhu yang jauh lebih rendah, biasanya antara -15°C hingga -25°C. bahkan, beberapa model freezer vaksin, seperti yang digunakan selama pandemi Covid-19, bahkan mampu mempertahankan suhu sedingin -70°C.
2. Perbedaan Sistem Pendingin dan Isolasi
Dari sisi teknologi, freezer vaksin membutuhkan sistem pendinginan serta insulasi yang jauh lebih kuat dibandingkan chiller maupun cool box. Freezer dirancang dengan kompresor berkapasitas tinggi, multi-layer insulation, tak lupa juga sealing system yang canggih guna mempertahankan suhu stabil dalam kondisi yang sangat rendah.
Sebaliknya, chiller vaksin menggunakan sistem kompresor terkontrol untuk precise temperature control pada suhu positif. Sistem ini memastikan distribusi udara tetap merata sehingga setiap dosis vaksin berada dalam lingkungan yang stabil tanpa risiko pembekuan.
Untuk vaccine transport cool box, Cool box mengandalkan passive cooling melalui ice pack atau coolant pack yang dipadukan dengan dinding berinsulasi tebal maupun active cooling yang mengandalkan sumber listrik AC/DC dengan insulasi khusus. Struktur ini mampu memperlambat perpindahan panas dari lingkungan luar, sehingga efektif untuk distribusi vaksin dan digunakan sebagai tempat penyimpanan vaksin sementara atau jangka pendek untuk kebutuhan transportasi/perpindahan vaksin.
3. Desain Internal dan Kasus Penggunaan
Jenis kulkas vaksin tipe chiller front opening/bukaan depan (upright type) umumnya didesain dengan rak bertingkat, laci transparan, dan sirkulasi udara terbuka yang memungkinkan tenaga kesehatan dapat dengan cepat mengambil vaksin. Sedangkan, Jenis kulkas vaksin tipe chiller top opening/bukaan atas (chest type) umumnya di design dengan pintu solid, keranjang, dan insulasi khusus yang dapat mempertahankan suhu lebih lama saat listrik tidak stabil ataupun padam.
Beda halnya dengan freezer vaksin yang cenderung menggunakan kompartemen tertutup atau wadah tarik (pull-out bins) ataupun memiliki inner door dan rak khusus penyimpanan untuk meminimalkan keluarnya udara dingin saat pintu dibuka.
Sementara itu, cool box tidak memiliki rak layaknya kulkas karena memang untuk mobilitas. Bagian dalamnya berupa ruang insulasi kosong yang dapat diisi dengan vaksin ataupun beserta Ice pack / kantong es jika diperlukan bila menggunakan passive-cooling cool box.
Vaksin Mana yang Perlu Disimpan di Chiller, Freezer, dan Cool Box?



Penting untuk dipahami bahwa setiap jenis vaksin memiliki karakteristik biologis yang berbeda, sehingga memerlukan rentang suhu penyimpanan yang spesifik. Pemilihan perangkat penyimpanan yang tepat sangat berpengaruh terhadap efektivitas dan keamanan vaksin.
Vaksin yang Disimpan pada Suhu 2°C – 8°C
Sebagian besar vaksin rutin disimpan pada suhu 2°C – 8°C dan tidak boleh dibekukan, karena pembekuan dapat merusak komponen vaksin dan menurunkan efektivitasnya. Untuk kebutuhan ini, kulkas vaksin tipe chiller dan transport cool box sangat ideal.
Jenis vaksin yang wajib disimpan pada kisaran suhu 2°C – 8°C antara lain:
DTP
Polio (OPV/IPV)
Hib
Hepatitis B
Rotavirus
Influenza
Pneumokokus
HPV
Tdap
Vaksin yang Memerlukan Suhu Beku
Sebaliknya, beberapa vaksin tertentu justru memerlukan suhu pembekuan untuk menjaga stabilitasnya. Vaksin dalam kelompok ini biasanya disimpan menggunakan Biomedical Freezer atau Ultra-Low Temperature (ULT) Freezer sesuai spesifikasi suhu yang dibutuhkan.
Vaksin yang harus disimpan pada suhu sekitar -20°C antara lain:
MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Varicella
Sementara itu, vaksin generasi terbaru berbasis mRNA, seperti Pfizer-BioNTech COVID-19, memerlukan suhu ultra rendah hingga -70°C, sehingga hanya dapat disimpan dengan aman menggunakan ULT Freezer.
Berbagai jenis kulkas vaksin, mulai dari chiller, freezer, hingga cool box, memiliki karakteristik tersendiri untuk tujuan dan kebutuhan yang berbeda. Namun pada dasarnya, ketiganya memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam menjaga kualitas vaksin, sejak tahan penyimpanan hingga distribusi.
Dengan memahami uraian, diharapkan Anda bisa menentukan tipe refrigerasi mana yang paling Anda butuhkan, apakah itu untuk menyimpan vaksin rutin, vaksin khusus, vaksin dalam jumlah banyak atau untuk mendistribusikan vaksin.
Jika Anda membutuhkan perangkat refrigerasi atau kulkas vaksin yang sudah teruji keandalannya, hubungi saja PT.Biovalmed, distributor resmi Haier Biomedical di Indonesia.
Referensi:
WHO Guideline for Establishing or Improving Primary and Intermediate Vaccine Stores
https://log.logcluster.org/sites/default/files/2022-08/WHO%20Guideline%20for%20Establishing%20or%20Improving%20Primary%20and%20Intermediate%20Vaccine%20Stores.pdf
https://www.immunize.org/wp-content/uploads/catg.d/p3048.pdf




